Cara Riset Pasar untuk Usaha Jajanan Anak Sekolah dari Rumah
Tips Bisnis - Memulai usaha rumahan memang bukan hal mudah, terutama ketika kita tidak tahu apakah produk yang kita tawarkan benar-benar dibutuhkan atau diminati. Salah satu cara paling penting agar usaha kita bisa berkembang adalah dengan melakukan riset pasar, bahkan untuk skala kecil seperti jualan jajanan anak sekolah dari rumah. Banyak pelaku UMKM meremehkan hal ini karena menganggap riset hanya untuk perusahaan besar. Padahal, pengalaman saya menunjukkan bahwa riset pasar justru jadi titik balik dalam meningkatkan penjualan harian sejak pertama kali saya berjualan dari dapur rumah pada tahun 2022.
Usaha
saya dimulai dari kondisi yang sangat sederhana. Dengan modal Rp150.000, saya
mencoba menjual cilok dan telur gulung di sekitar sekolah dasar di Bekasi.
Awalnya, saya hanya mengandalkan rasa dan harga murah. Tapi setelah 3 minggu
penjualan stagnan, saya sadar: saya perlu mengetahui apa yang benar-benar
diinginkan anak-anak sebagai target pasar saya. Dari situlah saya mulai
melakukan riset kecil-kecilan, yang akhirnya mengubah cara saya berjualan
secara total.
Mengapa Riset Pasar Penting untuk Usaha Jajanan Anak?
Konsumen
anak sekolah memiliki karakter yang sangat unik. Mereka mudah tertarik dengan
sesuatu yang lucu, warna-warni, dan kekinian. Namun, mereka juga sangat cepat
bosan. Di sisi lain, kantong mereka terbatas, sehingga harga harus benar-benar
pas. Inilah alasan mengapa riset pasar sangat penting. Tanpa memahami
selera dan kebiasaan jajan anak-anak, sangat sulit membuat produk yang diminati
terus-menerus.
Dari
pengalaman saya, tanpa riset pasar, saya hanya menebak-nebak produk apa yang
akan laku. Tapi setelah melakukan pendekatan langsung ke anak-anak dan orang
tua, saya mulai bisa membaca pola dan kebutuhan mereka. Bahkan, saya menemukan
bahwa bentuk kemasan dan cara penyajian bisa jauh lebih berpengaruh daripada
rasa.
Pengalaman Saya Melakukan Riset Pasar dari Rumah
Saya
memulai riset pasar dengan cara paling sederhana: membagikan sampel gratis
ke 10 anak kelas 3 dan 4 SD di sekolah sekitar rumah. Saya tidak hanya
memberikan makanan gratis, tapi juga menyisipkan formulir survei singkat
yang dicetak dan dibagikan kepada mereka, dibantu wali kelas. Isinya hanya tiga
pertanyaan:
- Apa yang paling kamu suka
dari jajanan ini?
- Apa yang kurang kamu suka?
- Kalau kamu bawa uang jajan
Rp5.000, kamu mau beli ini berapa?
Dari
jawaban tersebut, saya tahu bahwa anak-anak menyukai makanan yang kenyal, tidak
terlalu pedas, dan harganya tidak lebih dari Rp2.000 per tusuk. Mereka juga
senang jika kemasan dilengkapi dengan stiker lucu atau bisa digantung di leher
(dengan tali). Informasi ini langsung saya gunakan untuk menyusun kembali
konsep produk dan cara jualan.
Saya juga memanfaatkan grup WhatsApp wali murid dan forum RT untuk melakukan polling sederhana tentang jajanan favorit anak mereka, apakah mereka lebih suka makanan manis atau asin, dan seberapa besar toleransi mereka terhadap jajanan gorengan setiap hari. Respons dari 37 orang tua sangat membantu saya menyusun jadwal produksi harian.
Langkah Praktis Riset Pasar Usaha Rumahan
Jika kamu
baru ingin memulai usaha jajanan anak sekolah dari rumah, kamu bisa mengikuti
langkah-langkah cara riset pasar tips bisnis rumahan berikut (dan bisa kamu
baca lebih lengkap di blog ini):
1. Amati Jajanan di Sekitar Sekolah
Lakukan
observasi ke kantin sekolah atau pedagang kaki lima di sekitar SD atau SMP.
Catat jajanan yang paling cepat habis, jenis kemasan, dan harga jualnya. Ambil
foto untuk dokumentasi dan jadikan sebagai referensi visual saat kamu membuat
produkmu sendiri.
2. Survei Orang Tua dan Anak
Buat
formulir survei atau polling menggunakan Google Form, lalu sebarkan ke grup
orang tua atau adik/kakakmu yang masih sekolah. Gunakan bahasa yang mudah
dimengerti anak-anak dan hindari terlalu banyak pertanyaan.
3. Coba Produk dan Catat Respons
Sebelum
kamu benar-benar jualan, bagikan produkmu ke minimal 10 anak dan minta mereka
menilai rasa, harga, dan tampilan. Rekam testimoni mereka (bisa dalam bentuk
video singkat atau tulisan), lalu jadikan itu konten promosi di media sosial
atau grup WhatsApp.
4. Cek Marketplace dan Media Sosial
Lihat di
Shopee, Tokopedia, atau TikTok jenis jajanan anak yang sedang trending. Bahkan
kamu bisa mengetik “jajanan anak sekolah viral” untuk melihat referensi baru.
Jangan lupa cek review dan komentar pembeli di marketplace agar tahu kelebihan
dan kekurangan produk pesaing.
Penyesuaian Produk Berdasarkan Data
Setelah
riset awal selesai, saya menyusun daftar produk berdasarkan hasil yang saya
dapatkan. Misalnya:
- Cilok isi keju mini (3 tusuk
Rp2.000) →
hasil dari respon anak-anak yang suka gurih tapi tidak terlalu pedas.
- Telur gulung dengan saus
stroberi →
berdasarkan saran wali murid yang ingin anaknya tidak selalu makan
gorengan asin.
- Puding cokelat stiker
karakter kartun →
dari polling yang menunjukkan anak-anak suka camilan yang bisa dibawa
pulang dan disimpan.
Saya juga
menambahkan promo unik seperti “beli 5 tusuk, gratis stiker random” yang
ternyata sangat efektif menarik anak-anak.
Hasil dari Riset Pasar: Penjualan Meningkat 2x
Lipat
Dalam
waktu 2 bulan setelah melakukan riset dan penyesuaian produk, penjualan saya meningkat
dua kali lipat. Jika sebelumnya saya hanya menjual 30–40 porsi per hari,
setelah melakukan riset, saya bisa menjual 60–75 porsi per hari, dengan repeat
order yang jauh lebih stabil. Beberapa anak bahkan membawa temannya untuk ikut
jajan ke rumah saya sebelum dan sesudah sekolah.
Riset
pasar ini tidak hanya membuat saya lebih percaya diri dalam menjual, tapi juga
membantu saya menghindari kerugian karena memproduksi jajanan yang tidak laku.
Saya jadi tahu kapan waktu terbaik untuk jualan (sebelum jam 7 pagi dan jam 12
siang), serta produk mana yang harus diprioritaskan untuk stok.
Cara Mengintegrasikan Riset Pasar ke Strategi
Promosi
Riset
pasar juga membuat strategi promosi saya menjadi lebih tepat sasaran. Saya tahu
siapa target saya, bahasa apa yang mereka pahami, dan kebutuhan mereka secara
detail. Saat membuat selebaran, saya menggunakan bahasa anak-anak seperti
“jajanan lucu & enak” dan menyertakan gambar stiker. Saya juga memanfaatkan
media sosial lokal dan grup RT sebagai channel promosi berbasis komunitas.
Bahkan,
dari riset ini, saya tahu bahwa mengajak anak-anak untuk membuat konten TikTok
jajanan mereka sendiri bisa menjadi cara promosi yang alami dan organik. Konten
tersebut kemudian saya unggah ke Instagram dan berhasil menarik pembeli baru
dari luar kompleks tempat saya tinggal.
Penutup
Riset pasar bukan hanya milik perusahaan besar. tips bisnisUsaha rumahan seperti jualan jajanan anak sekolah pun sangat diuntungkan jika kita tahu cara riset pasar tips bisnis rumahan yang sederhana tapi efektif. Dengan mengenal siapa pembeli kita, apa yang mereka suka, dan bagaimana kebiasaan mereka membeli jajanan, kita bisa menyesuaikan produk dan strategi promosi dengan jauh lebih tepat. Semua bisa dimulai dari rumah, dari dapur kita sendiri—dan dari kemauan kita untuk mendengarkan pasar.
.jpeg)

Komentar
Posting Komentar