5 Peluang Usaha Rumahan Saat Sekolah Libur yang Cocok untuk Pelajar dan Mahasiswa
Bisnis UMKM - Libur sekolah sering dianggap sebagai waktu bersantai, padahal sebenarnya bisa jadi momen terbaik untuk mulai usaha rumahan saat sekolah libur. Banyak pelajar dan mahasiswa kini memanfaatkan waktu luang ini untuk mulai merintis usaha kecil-kecilan dari rumah. Selain menambah pengalaman dan portofolio, hasil dari bisnis tersebut juga bisa dipakai untuk menambah uang jajan atau bahkan menabung untuk kebutuhan penting lainnya.
Memulai
usaha tidak harus menunggu dewasa. Justru di usia muda, kamu punya waktu,
energi, dan kreativitas tinggi untuk bereksplorasi. Apalagi sekarang banyak
model bisnis umkm yang tidak butuh modal besar dan bisa dilakukan hanya dengan HP
serta koneksi internet. Salah satu contohnya adalah bisnis umkm hampers, yang bahkan
bisa dimulai dari kos atau kamar pribadi.
Berikut ini lima ide usaha rumahan yang bisa kamu coba selama libur sekolah, lengkap dengan tips praktis, modal awal, dan potensi cuan yang bisa kamu dapatkan.
1. Reseller Hampers Lebaran: Usaha Fleksibel dengan
Potensi Cuan Besar
Di antara
berbagai pilihan usaha rumahan saat sekolah libur, bisnis hampers
lebaran masih jadi salah satu yang paling menjanjikan, terutama saat momen
Ramadan atau menjelang Idul Fitri.
Apa itu
hampers? Sederhananya, hampers adalah bingkisan atau paket hadiah yang isinya
bisa disesuaikan—mulai dari makanan ringan, kue kering, perlengkapan ibadah,
hingga produk kecantikan. Usaha ini sangat cocok untuk kamu yang tidak punya
banyak waktu atau pengalaman, karena bisa dijalankan dengan sistem pre-order
dan dropship dari supplier.
Kamu bisa
mulai dengan membuat katalog digital lewat Canva, menyebarkannya di WhatsApp
dan Instagram, lalu kumpulkan pesanan. Bahkan dengan target 10–20 paket saja,
kamu sudah bisa meraih untung ratusan ribu rupiah hanya dalam beberapa hari.
👉 Pelajari strategi lengkapnya di sini:
👉 Usaha Rumahan Saat Sekolah Libur
2. Jasa Les Privat untuk Anak SD
Libur
sekolah bukan berarti semua anak berhenti belajar. Banyak orang tua justru
mencari guru les tambahan untuk memaksimalkan waktu kosong anak-anaknya. Jika
kamu menguasai pelajaran seperti Matematika, Bahasa Inggris, atau IPA, kamu
bisa menawarkan jasa les privat ke tetangga sekitar.
Kamu
hanya butuh meja belajar sederhana dan buku pelajaran. Promosikan lewat pamflet
kecil di lingkungan komplek, grup WhatsApp warga, atau sosial media pribadi.
Harga les bisa dimulai dari Rp25.000 per sesi, dan biasanya orang tua langsung
pesan untuk 4–8 sesi sekaligus.
Tips tambahan: buat jadwal fleksibel agar tidak bentrok dengan kegiatan pribadi. Kamu juga bisa mengemasnya sebagai “belajar sambil bermain” agar lebih menarik untuk anak-anak.
3. Jualan Camilan Ringan di Rumah atau Online
Bisnis umkm makanan ringan selalu diminati, apalagi saat libur sekolah di mana anak-anak
dan remaja lebih sering ngemil di rumah. Kamu bisa mencoba menjual produk
seperti keripik singkong, makaroni pedas, basreng, atau cokelat homemade.
Modalnya
relatif kecil, sekitar Rp100.000–Rp300.000, apalagi kalau kamu memulai sebagai
reseller atau dropshipper. Gunakan kemasan yang menarik dan pasarkan lewat
Instagram atau marketplace. Jika punya keahlian edit, buat juga konten promosi
menggunakan video pendek.
Keuntungan bisa mencapai 30%–50% dari harga jual. Bahkan jika satu bungkus kamu jual Rp10.000 dan laku 100 bungkus dalam seminggu, kamu bisa meraih keuntungan bersih Rp300.000 lebih.
4. Jasa Desain dan Kartu Ucapan Handmade
Kalau
kamu punya kreativitas tinggi, cobalah menawarkan jasa desain atau membuat
kartu ucapan handmade. Usaha ini cocok untuk kamu yang suka menggambar, menulis
quotes, atau merancang sesuatu yang estetik.
Kamu bisa
jualan desain untuk kartu hampers, undangan digital, stiker, bahkan scrapbook.
Banyak orang membutuhkan produk ini menjelang Ramadan, ulang tahun, atau
pernikahan. Bahan-bahannya juga mudah didapat: kertas art paper, pena
kaligrafi, pita, dan lem tembak.
Kartu ucapan buatan tangan biasanya dihargai Rp10.000–Rp30.000 per lembar. Jika kamu menerima pesanan dalam jumlah banyak atau bundling, penghasilan yang kamu dapat bisa melebihi ekspektasi.
5. Jasa Konten Kreator untuk UMKM Sekitar Rumah
Banyak
pelaku UMKM yang ingin go digital tapi tidak punya waktu atau keahlian membuat
konten. Di sinilah kamu bisa masuk sebagai penyedia jasa konten video pendek,
foto produk, atau caption promosi yang menarik.
Kamu
tidak butuh kamera profesional—cukup HP dengan resolusi bagus dan aplikasi edit
gratis seperti CapCut atau Canva. Tawarkan paket “3 video + 5 foto produk” ke
pemilik toko atau penjual makanan di sekitar rumah.
Bahkan dengan tarif Rp100.000–Rp200.000 per paket, jika kamu dapat 5–10 klien dalam liburan, total penghasilanmu bisa mencapai lebih dari Rp1 juta. Bonusnya, kamu juga bisa sambil membangun portofolio profesional di media sosial atau LinkedIn.
Tambahan: Tips Menjalankan Usaha Saat Libur Sekolah
Agar
semua berjalan lancar, berikut beberapa tips penting:
- Gunakan waktu dengan bijak. Buat jadwal kerja harian
agar tetap bisa menikmati liburan tanpa lupa target usaha.
- Mulai dari yang kecil. Tidak perlu langsung besar.
Cukup 5–10 pesanan atau 2–3 klien pertama sebagai pembuka.
- Promosi personal lebih
efektif.
Kirim katalog ke teman, posting di story WA, atau ajak teman jadi
affiliate.
- Konsisten dan evaluasi. Setiap malam, evaluasi hasil penjualan, stok, dan rencana hari berikutnya.
Kunci sukses dari semua usaha ini adalah konsistensi, keinginan belajar, dan keberanian untuk mencoba. Tak perlu khawatir jika belum punya pengalaman, karena semua pengusaha sukses pun memulai dari nol. Libur sekolah adalah peluang emas untuk berkembang dan membangun kebiasaan produktif sejak dini.
.jpeg)

Komentar
Posting Komentar